Sengaja, gue nulis pos kali ini dengan bahasa sendiri, abis gue malu kalau postingan ini dibaca ama temen2 bule gue. Biarlah curhatan gue yang ini cukup dibaca ama orang2 Indo...
Tinggal jauh dari Indonesia, somehow, bikin gue tambah care ama nasib bangsa gue sendiri. Dan setiap kali ngedenger atau ngebaca berita jelek tentang Indo, bikin gue sedih, marah, kecewa, malu, takut, dsb.
Sedih, karena gue nggak bisa berbuat apa2...
Marah, karena gue sebel dengan ketololan2 segelintir orang yang bukan cuma mencemarkan nama bangsa, tapi juga bikin susah orang lain...
Kecewa, dengan pemerintah Indonesia yang lamban menangani situasi...
Malu, dengan pandangan orang luar ttg Indonesia...
Takut, mikirin orang2 yang gue sayang yang tinggal di Indo, dan harus ngadepin situasi2 nggak enak tsb, on daily basis.
May God always be with them.
Kok banyak banget yah, malapetaka yang terjadi di Indo akhir2 ini? Yang tsunami lah, yang busung lapar lah, yang flu burung lah, yang demo soal bbm lah, yang bom bali lah...
Kalau soal tsunami, kita emang gak bisa hindari, karena itu 'mother nature' yang bicara... Tapi untuk kasus2 terakhir, seharusnya kan bisa dihindari...
Juni/Juli lalu, waktu balik ke Indo, gue kaget baget karena di sana lagi rame2nya kasus busung lapar...
Indonesia, yang selama 12 tahun gue duduk di bangku SD sampe SMA dicekokin sebagai negeri subur dan kaya raya, dengan hasil bumi berlimpah ruah... Buktinya kok masih aja ada orang kelaparan/kurang gizi? Indonesia kan bukan Afrika? Seharusnya semua orang mampu untuk mendapatkan bahan makanan yang bernutrisi... Tapi kenyataannya, banyak dijumpai kasus malnutrition, dengan foto2 yang mengenaskan yang bikin gue bertanya: Kok bisa?
Padahal, untuk hidup sehat di Indonesia, itu gampang... dan murah! Tapi saking miskin, dan juga ketidaktahuan orang tua, banyak anak menjadi korban. Dan yang bikin merinding adalah kenyataan, bahwa mereka, yang nota bene adalah generasi penerus bangsa, terancam kebodohan...
God forbid!
Terus kasus flu burung, yang bikin gue selalu was2, karena takut kalau sampe angggota keluarga gue atau sahabat2 gue di sana tertular...
Dari sebuah harian yang gue baca, kasus flu burung udah ditemukan di Indo, berbulan-bulan sebelumnya, pada binatang. Tapi bukannya belajar dari kejadian yang dialami negara2 lain, seperti Vietnam misalnya, pemerintah malah santai2 aja dengan membiarkan (baca: bukannya memusnahkan) binatang yang jelas2 sudah terinfeksi tersebut.
Akhirnya, banyak nyawa manusia melayang dengan tragis... Dan kalau udah begini, baru semua orang jadi panik...
Oh Indonesia...
Hari minggu kemarin, tante gue ngomel lewat telpon: "Gila pemerintah sekarang! Naikin harga bbm semau2nya!"
Yang bikin dia tambah 'murka', adalah sewaktu dia ngedenger curhatan pembantunya, karena harga minyak tanah, yang dulu (kalau gak salah) 'cuma' 700 perak seliter, sekarang jadi 3200 di pedagang eceran (harga resmi 2000, tapi karena barangnya langka, jadi pedagang main naekin seenak jidatnya).
"Padahal yang beli minyak tanah kan, biasanya orang susah, Fan. Sekarang, gimana mereka mampu kalau harganya naik banyak banget begitu?", kata dia.
Gue, cuma bisa ngedengerin, tanpa bisa berkomentar apa2...
Dan weekend gue yang indah kemaren, dirusak oleh sebuah sms, yang melaporkan soal pemboman di Bali. BT banget gue dengernya. Padahal waktu terakhir gue ke Bali, gue cukup heran dan bangga dengan betapa cepatnya mereka memulihkan diri dari tragedi kasus bom pertama, terbukti dari lumayan banyaknya wisatawan asing yang berkunjung ke sana... Eh, ternyata sekarang mereka harus menghadapi kasus serupa lagi. Dan menurut gue, akan lebih sulit untuk bangkit dari kasus kedua, karena orang akan semakin menganggap bahwa Bali benar2 kawasan berbahaya. Sekarang kalau sudah begini, gimana dengan nasib orang Bali, yang banyak bergantung pada pariwisata sebagai sumber mata pencaharian?
Pemboman Bali, bikin gue bertanya-tanya. Sudah seberapa sakit kah bangsa Indonesia? Karena walaupun gue tau kalau sebagian besar dari kita mengutuk perbuatan terkeji ini, tapi nggak sedikit juga yang setuju akan ulah para teroris. it's sad, but it's true. Dan buat gue, ini jauh lebih menakutkan, dan pengecut dari para teroris sendiri. Karena justru orang2 ini yang hidup di sekitar kita, bisa jadi dia teman, tetangga, atau kolega di kantor.
Jujur, gue memang bukan muslim yang taat. Tapi, gue cukup tau bahwa dalam agama Islam, diajarkan untuk saling menghormati dan menghargai, bahkan dengan kaum yang 'berbeda'. Dulu, gue bangga sekali dengan kenyataan bahwa Indonesia, negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia, bisa hidup damai dan berdampingan dengan penganut agama lain... Tapi sekarang gue nggak yakin, apakah hal ini akan berlangsung terus... melihat gejala yang ada sekarang.
Akhirnya gue cuma bisa berharap, semoga Tuhan selalu melindungi orang-orang terdekat gue, orang-orang yang gue cintai dengan segenap hati. Semoga, separah apapun kondisi Indonesia, mereka akan tetap selamat, sehat, dan bahagia lahir bathin. Amien...
Recent Comments