My Photo

Neng Al

My Other Blog

Powered by Friendster Blogs

Just Shout!


  • Name :
    Web URL :
    Message :
    :) :( :D :p :(( :)) :x

« NKOTB | Main | Whiney whiney whiney »

April 12, 2008

UU ITE

Ribut-ribut soal UU ITE di Indo...
Jujur aja, gue nggak tau persis isinya apa tapi gue denger banyak banget yang protes. Merasa UU ini mengancam kebebasan berekpresi kita semua. Memperkosa Freedom of Speech yang selalu diagung-agungkan.

5 tahun lalu gue pasti langsung setuju. Gue pasti ikutan ngebahas sampe bibir item dan ndomble, memaki pemerintah yang kerjaannya bikin peraturan nggak jelas. Tapi sekarang lain. Sekarang gue setuju nggak setuju sama peraturan ini (bukan sama UU ITE, tapi sama 'pembatasan berekspresi').

Tinggal di luar Indo, bikin gue lebih 'melek dengan dunia'. ketemu banyak orang. Dari bule pirang, bule kampung, negro, latino, asian, you name it. Tinggal di luar Indo, khususnya di Eropa, bikin gue suka terkaget-kaget dengan keterusterangan mereka.

Gue inget, suatu hari di Denmark, di dalam kelas berisi +/- 40 orang dari +/- 40 negara, Tutor kita menasihati 'ada hal-hal yang sebaiknya tidak perlu kita pertanyakan pada orang lain. Misalnya mempertanyakan soal puasa kepada seorang muslim'.

'Kenapa?' Tanya si Amerika. 'Bukankah kita bebas untuk bertanya?'
Well, not really. Gimana kalau seseorang mempertanyakan apa yang kamu yakini? Seolah apa yang kamu yakini itu bodoh dan salah?

Atau kalau seorang caucasian mendatangi seorang negro, dan berkata "Eh, jelek... Lu kok item bener.. Gosong gitu.. Bau lagi!"

Masihkah kebebasan berekspresi dibenarkan?

Belum lagi banyaknya anti-islam yang semakin menjadi-jadi. Karikatur Muhammad di Denmark, Film Fitna, politikus-politikus yang terang-terangan membenci Islam dan bilang Islam adalah agama yang berbahaya...
apa ini kebebasan berekspresi yang kita mau?

No. Gue nggak setuju dengan kebebasan berekspresi 100 persen.
Menurut gue, setiap kebebasan harus disertai dengan tanggung jawab, empati dan sensitivitas. Seharusnya, setiap orang berpikir dulu sebelum buka mulut: Apakah pesan yang gue sampaikan akan menyinggung banyak pihak? Apakah pesan ini akan berguna bagi banyak orang? Apa tujuan gue menyampaikan pesan ini?

Kebebasan tanpa batas, adalah kebebasan yang sesat.

Now the big question is... Siapa yang akan menerapkan batasan? Bagaimanakah batasan yang ideal itu?

Complicated.
just like life it self.

                            

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .